Sinopsis drama Korea, film, artis Korea, k-pop, k-movie, dan k-drama

May 5, 2014

Sinopsis 'Angel Eyes' Episode 8

Dalam sinopsis 'Angel Eyes' episode 7 kemarin, diceritakan akhirnya Dong Joo kerja sebagai petugas 119 dan langsung jadi atasan Soo Wan. Dia lalu pura-pura meminta laporan lisan kepada Soo Wan. Soo Wan berusaha mengelak dan mengatakan kalau dia akan memberikannya melalui laporan yang akan diprosesnya terlebih dulu. Namun Dong Joo meminta sekarang. Dong Joo menunggu di atap dan Soo Wan membacakan laporannya. Melihat laporan dibacakan Dong Joo tidak mendengarkannya sama sekali, dia justru bertanya akhirnya Dong Joo jadi pegawai 119 dan bagaimana dia dalam seragam 119? Soo Wan tidak menggubrisnya dan tetap memberikan laporannya.

Begitu laporan selesai dibacakan, Soo Wan mengatakan kepada Dong Joo kalau Dong Joo tetap tidak berubah. Masih sama seperti dulu. Suka seenaknya, sombong, dan belagu. Soo Wan beranjak pergi. Dong Joo tersenyum dan bertanya biarpun begitu Soo Wan tidak membencinya kan? Soo Wan mengangguk. Juga masih menyukainya kan? Soo Wan mengangguk lagi. Dong Joo memeluk Soo Wan dari belakang dan berkata kalau sekarang dia akan menempel seperti lem tak bisa lepas dari Soo Wan. Di saat bersamaan, Ji Won tiba dan sedang keluar dari mobilnya. Dia melihat di atas atap ada dua orang yang sedang berpelukan.

Ji Won menghubungi Soo Wan dan mengajaknya bertemu untuk bicara. Soo Wan menatap Dong Joo - seolah minta persetujuan lebih dulu. Dong Joo mengangguk - seolah memberikan izin. Nah, bagaimana selanjutnya? Baca dong... ayuk dong...

Sinopsis 'Angel Eyes' Episode 8


Sinopsis 'Angel Eyes' Episode 1-2

Ji Won mengatakan kepada Soo Wan bahwa dirinya akan menunggui Soo Wan. Dia akan membiarkan Soo Wan berbuat sesukanya supaya nanti setelah menikah tidak ada penyesalan. Soo Wan ingin mengatakan sesuatu, tapi Ji Won memotongnya dan mengatakan bahwa dia akan melakukannya tanpa perlu izin dari Soo Wan. (Iye, cuma pernyataan elu bikin Soo Wan merasa bersalah)

Dong Joo menghampiri Soo Wan di tangga biasa mereka bertemu. Soo Wan bertanya, apa yang harus dilakukannya? Dong Joo tidak berkata apa-apa dan memeluk Soo Wan begitu saja.

Di ruangannya, Ji Won menatap kalung berbandung bintang dengan perasaan masgul. Ibunya tidak sengaja lewat dan melihat buah hatinya sedang masgul begitu segera masuk. Mereka berbicara. Young Ji menanyakan mengapa Ji Won murung begitu, apa karena Soo Wan? Bagaimana hubungannya dengan Soo Wan?

Dong Joo, Soo Wan, serta Teddy mendapat panggilan darurat ke lapangan bola. Ada seorang pemain bola yang mendadak terserang pneumothorax. Tim petugas 119 mengatakan bahwa pasien harus segera mendapatkan penanganan. Namun teman sang pasien meminta harus dibawa ke rumah sakit. Karena, petugas 119 tidak mungkin bisa melakukan penanganan - yang bisa adalah dokter.

Dong Joo kemudian mengatakan bahwa dirinya adalah dokter. Lalu orang itu langsung terdiam dan memperhatikan apa yang dilakukan Dong Joo terhadap kawannya. Dong Joo meminta jarum suntik kepada Teddy dan segera menusuknya di dada kanan pasien. Kondisi pasien pun segera normal dan mereka cus ke rumah sakit - tepatnya ruang UGD.

Sesampainya di rumah sakit, dokter-dokter UGD kaget jika pasien sudah dalam keadaan normal. Padahal pada penderita pneumothorax, sebelum dibawa ke rs, harus dilakukan penanganan pertama terlebih dulu. Mereka bertanya, apa Soo Wan yang melakukannya? Soo Wan terdiam. Ji Won yang kemudian menghampiri Soo Wan juga bertanya, apa benar Soo Wan yang melakukannya? Dong Joo kemudian buka suara dan berkata bahwa dialah yang melakukannya.

Melihat kehadiran Dong Joo, dokter-dokter UGD melupakan pasien dan lebih memilih menyambut kedatangan Dong Joo. Dong Joo mengatakan bahwa yang pertama harus diperhatikan adalah pasien dulu. Dokter-dokter UGD itu pun ingat dan segera menangani pasien kembali. Ji Won juga tak kalah terkejutnya melihat Dong Joo ada di mukanya. Dia bertanya, kapan Dong Joo pulang dari Amrik? Kok nggak bilang-bilang kalau sekarang dah kerja di 119? (Iyalah, ngapain bilang-bilang elu, ntar jadwal ngedatenya lu ngganggu lagi hihihi...). Soo Wan dari tadi diam saja tanpa banyak bicara.

Teddy kemudian masuk ruang UGD dan berkata bahwa mereka harus secepatnya mengurusi orang lagi. Soo Wan pun pergi bersama Teddy.

Sementara bawahannya bekerja, Dong Joo ngobrol sebentar bersama Ji Won. Ji Won bertanya, mengapa Dong Joo mau jadi petugas 119? Dong Joo mengatakan bahwa impiannya sejak kecil adalah jadi petugas 119 - itu karena ayah kandungnya. Dan menjadi dokter karena ada "ayah kedua" yang memotivasinya. Jadi, dua impiannya benar-benar kesampaian.

Dong Joo berubah serius dan mau mengatakan bahwa sebenarnya dia dan Soo Wan punya hubungan. Tapi, belum sempat berkata-kata, Ji Won mendapat panggilan darurat dan pergi meninggalkan Dong Joo seorang diri.

Min Soo bertanya kepada Soo Wan, apa benar Dong Joo kembali? Setelah mendapatkan jawaban Soo Wan, seperti biasa Min Soo mengomel-ngomel sendiri. Tapi, akhirnya dia mengatakan bahwa pertemuan Soo Wan dan Dong Joo adalah takdir. Siapa yang bisa lari dari takdir? Kini Min Soo yakin jika takdir itu nyata - bukan hanya fantasi para seniman sastra. Lalu Min Soo meminta Soo Wan untuk mengatakannya kepada Ji Won soal Dong Joo secepat-cepatnya.

Dong Joo mencegat Detektif Kim di depan rumahnya. Begitu Detektif Kim kembali, Dong Joo menyapanya dan mengajak Detektif Kim makan bersama. Biasa potato stew.

Di dalam, Detektif Kim mengatakan bahwa dirinya mulai kembali membuka kasus ibunya Dong Joo kembali. Dong Joo mengucapkan terima kasih, lalu bertanya apa ada petunjuk? Detektif Kim mengatakan bahwa dirinya meminta bantuan Min Soo untuk menyelidiki kasus ini lagi.

Hye Joo, yang sekarang bernama Ellie, kembali ke Korea. Dia datang ke kantor Dong Joo. Begitu melihat Dong Joo, Hye Joo langsung berteriak dan loncat ke dalam pelukan Dong Joo. Teman-teman Dong Joo melihatnya dan mengira jika Hye Joo adalah pacar Dong Joo dari Amrik. Termasuk pula Soo Wan - dia melihat keakraban keduanya dengan tatapan penuh cemburu. Soo Wan langsung pergi.

Ji Won bercakap-cakap dengan Jae Beom di ruangannya. Dia mengatakan bahwa Dong Joo sudah kembali dan bekerja di tempatnya Soo Wan. Jae Beom langsung menanyai apakah ada masalah antara Ji Won dengan Soo Wan? Ji Won mengatakan jujur bahwa ya hubungannya dengan Soo Wan memang ada masalah.

Dong Joo mengajak Hye Joo ke ruangannya dan menghubungi Soo Wan. Namun Soo Wan langsung menutup telpon - tidak mau mengangkatnya. Dong Joo paham kalau Soo Wan cemburu kepada Hye Joo karena sikap Hye Joo tadi. Karena itu, demi menghilangkan kecemburuan, Dong Joo menghampiri Soo Wan.

Soo Wan sedang mojok di kantornya. Dia sedang curhat sama Min Soo, kalau ada cewek ganjen yang terlihat akrab bingitzz sama Dong Joo. Min Soo tak kalah panas dan mengatakan, pasti mereka pacaran. Soo Wan tidak percaya itu.

Tiba-tiba Dong Joo datang dan mencoba menjelaskan duduk perkaranya. Namun Soo Wan yang sudah terbakar api cemburu itu enggan mendengar penjelasan Dong Joo. Dong Joo hanya mesam-mesem saja mendengar keluh kesah Soo Wan. Di saat seperti itu, Hye Joo datang menghampiri mereka.

Hye Joo menatap takjub Soo Wan - matanya berkaca-kaca. Dia tak menyangka bisa bertemu dengan Soo Wan setelah 12 tahun berpisah. Lalu bertanya kepada Soo Wan, apa Soo Wan benar-benar bisa melihatnya. Soo Wan bingung dengan pertanyaan Hye Joo. Tentu saja dia bisa melihat Hye Joo - dengan sangat jelas! Karena, Soo Wan belum ingat siapa Hye Joo sebenarnya. Hye Joo punya ide untuk berbicara seperti dia mengenal dirinya dulu.

Kata-kata itu diingat oleh Soo Wan. Kini giliran mata Soo Wan yang berkaca-kaca. Dia bertanya, apa perempuan yang ada di hadapannya adalah Hye Joo. Hye Joo mengiyakan. Mereka pun saling berpelukan (seperti teletubies).

Dong Joo mengantarkan Soo Wan pulang ke rumahnya jalan kaki. Untuk membunuh waktu, mereka menceritakan tentang Hye Joo. Ketika sampai di depan rumah Soo Wan, Jae Beom melihatnya dari balik jendela. Begitu Soo Wan masuk dan Dong Joo hendak pergi, Jae Beom menghubungi Dong Joo dan memintanya untuk menemuinya besok.

Teddy, yang menjadi "pembantu" di rumah Woo Chan, tak sadar masakannya gosong. Dia tengah terbayang-bayang kecantikan Hye Joo. Woo Chan memarahinya karena masakan gosongnya. Tapi Teddy tetap tak peduli. Dia menggumamkan, betapa cantiknya Ellie itu.

Min Soo menemui Detektif Kim di warung makan. Dia memberikan data-data yang dibutuhkan untuk memulai kembali kasus tabrak lari Jung Hwa. Detektif Kim bertanya, apa data yang diberikan berasal dari 12 tahun lalu? Min Soo mengiyakan, dan menambahkan bahwa itu yang berhasil dia temukan - 1000 mobil untuk diselidiki Detektif Kim.

Hye Joo masuk ke kamar kakaknya dan melihat kakaknya sedang berdiri di depan cermin. Hye Joo mendukung pertemuan Dong Joo dengan Jae Beom.

Dong Joo diminta masuk oleh Jae Beom begitu sampai. Ketika Dong Joo mau masuk ke rumah, Soo Wan turun dari kamarnya dan melihat Dong Joo terlihat akrab dengan ayahnya. Tidak lama kemudian, di depan pagar sudah berdiri Ji Won. Rupanya, Jae Beom mempertemukan mereka semua untuk menegaskan bahwa Dong Joo adalah anak angkatnya. Karena itu, sepatutnya diperlakukan sebagai keluarga. Ji Won mengatakan bahwa dirinya sangat menerima kehadiran Dong Joo (belum tahu dia, kalau sudah tahu apa bakal menerima? *bling bling*)

Jae Beom juga memperkenalkan secara formal bahwa Soo Wan dan Ji Won akan segera menikah. Semua orang yang tahu terdiam. Tidak ada yang mencoba menyela dan memberitahu Ji Won kebenarannya.

Di luar rumah Soo Wan, Ji Won mengajak Dong Joo barengan. Tapi Dong Joo memilih jalan kaki. Ji Won kemudian menitipkan Soo Wan kepada Dong Joo. Karena, Ji Won merasa aman dengan keberadaan Dong Joo sebagai kakak angkat Soo Wan di tempat kerjaaan.

Soo Wan menghampiri ayahnya dan mengajaknya bicara. Tapi, dengan alasan capek, Jae Beom menghindari pembicaraan lebih lanjut dengan Soo Wan. Jae Beom pergi ke kamarnya.

Sesampainya di rumah, Ji Won merasa sedih. Karena hari ini, hari di mana mereka jadian, menjadi hari di mana dirinya dicampakkan Soo Wan. Kata-kata saat Soo Wan mencampakkannya teringang-ingang dengan jelas di dalam kepalanya.

Sementara itu, Dong Joo dan Soo Wan ngobrol di tangga tempat mereka jadian dulu. Dong Joo mengatakan bahwa ayah Soo Wan dan Ji Won pasti akan mengerti dengan keadaan ini. Karena itu, mereka harus mengatakan semuanya dengan penuh kejujuran dan tidak menyembunyikan diri lagi. Soo Wan hanya khawatir jika Dong Joo dibenci oleh orang yang juga sangat menyukai Dong Joo itu. Dong Joo menenangkan Soo Wan bahwa dia akan memikul risikonya (hidup kan penuh risiko).

Soo Wan mengatakan bahwa dirinya akan bersikap lebih baik lagi kepada Dong Joo. Karena dulu dia telah membantu Jung Hwa dulu (belum tahu yang sebenarnya sih) dan membantu Dong Joo serta Hye Joo melewati masa-masa sulit. Dong Joo juga mengatakan hal yang sama. Mereka saling tersenyum.

Ketika selesai menangani pasien, Ji Won diingatkan oleh ponselnya bahwa dia sudah memesan tempat untuk makan tanggal 4 Mei nanti bersama Soo Wan. Itu hari jadian mereka. Karena itu, dia menghubungi Soo Wan dan meminta waktunya sebentar. Awalnya, Soo Wan menolak ajakan makan malam Ji Won, tapi karena Ji Won agak memaksa Soo Wan akhirnya mau datang.

Selepas menghubungi Soo Wan, Ji Won mendapat telpon dari Dong Joo untuk bertemu. Tapi Ji Won menolaknya sebab dia sudah punya janji sendiri - bersama Soo Wan.

Ji Won sudah menunggu di sebuah restoran terlebih dulu. Dia juga sudah menyiapkan kotak berwarna hitam (mungkin isinya lagi-lagi kalung berbandul bintang... OMG?!). Begitu Soo Wan datang, Ji Won berdiri dan menyediakan bangku untuk Soo Wan. Begitu Soo Wan mengatakan, sepertinya ada hari spesial hari ini, Ji Won langsung menyembunyikan kotak hitamnya (duh, ternyata Soo Wan lupa sama hari jadiannya sendiri. Bukti kalau dia nggak peduli sama hubungannya dengan Ji Won... hahaha...) Ji Won pun segera menyingkirkan kotak hitamnya dan meletakkan tepat di belakang p*nt*tny*.

Jae Beom membujuk Dong Joo untuk tidak mencintai Soo Wan lagi dan memintanya tidak memberitahu hubungan yang sebenarnya kepada Ji Won. Tapi Dong Joo tidak mau. Dia sudah bersikukuh akan mengatakan yang sebenarnya kepada Ji Won. Jae Beom memukul Dong Joo dengan tangannya. Dong Joo bertanya, mengapa dia tidak boleh mencintai Soo Wan? Jae Beom tidak menjawabnya. Dong Joo mengatakan, selama ini dia adalah orang yang dibanggakan Jae Beom dan tidak pernah mengecewakan. Tapi kenapa tidak boleh mencintai Soo Wan. Jae Beom masuk ke kamarnya.

Sementara itu, Soo Wan merasa tidak berada di tempatnya. Dia tidak mendengar apa yang diucapkan Ji Won.

Jae Beom pergi ke bar dan mengingat-ingat kembali pertanyaan Dong Joo, mengenai ketidak-bolehan Dong Joo untuk mencintai Soo Wan. Young Ji datang menemui Jae Beom yang sedang galau berat. Perasaan bersalahnya makin besar dan tak terbendung lagi. Karena itu, dia meminta Young Ji untuk mendengarkan curhatnya (dengarkan curhatku... tentang dirinya...) tentang hal yang sebenarnya terjadi. Kenyataan. Fakta. Kebenaran. Jae Beom menceritakan kalau dia sudah mendapatkan mata untuk Soo Wan dengan membunuh Jung Hwa - korban tabrak lari itu. Young Ji mendengarkannya dan mencoba membela Jae Beom - kadang-kadang itu bisa saja terjadi.

Jae Beom terus melanjutkan ceritanya bahwa setelah membunuh Jung Hwa, dia bahkan menolong anaknya dan tidak bisa melarikan diri dari hal itu. Young Ji bertanya, mengapa Jae Beom membuat hubungan seperti itu? Jae Beom menjawab, jika hal itu terjadi begitu saja.

Ketika Ji Won mau mengantar pulang, Soo Wan menolaknya. Dia pilih pulang sendiri. Sebelum Soo Wan pergi, Ji Won mengenang pertemuannya dengan Soo Wan. Soo Wan memilih pergi dan tidak menggubrisnya.

Begitu Soo Wan pergi hujan turun membasahi bumi dan mengguyur Ji Won.

Soo Wan yang sedang menuju kantornya pun juga terguyur air hujan. Soo Wan ingat di hari hujan waktu mau keluar kantornya, Ji Won datang membawa payung. Tapi Soo Wan menolak Ji Won dan meminta untuk tidak mengganggunya lagi. Ji Won mengatakan bahwa dia takkan memaksa Soo Wan untuk menunggu tapi jika dihampiri dia meminta Soo Wan tidak mundur.

Ketika Soo Wan kembali pada kesadarannya, Dong Joo datang - juga kehujanan. (Kenapa semua orang main ujan-ujanan di episode ini?)

Dong Joo yang melihat air muka Soo Wan sedang bersedih segera memeluknya. Soo Wan menangis di pelukan Dong Joo, sambil mengatakan, mengapa Ji Won selalu tersenyum?

Kedua orang itu ternyata tak sadar jika orang yang mereka bicarakan sedang berdiri di seberang jalan sambil membawa payung - sama kehujanan. Matanya nyalang menatap kemesraan Dong Joo dan Soo Wan.

Bersambung ke sinopsis drama Korea 'Angel Eyes' episode 9.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Angel Eyes' Episode 8

0 komentar:

Post a Comment