Sinopsis drama Korea, film, artis Korea, k-pop, k-movie, dan k-drama

June 2, 2014

Sinopsis 'Angel Eyes' Episode 16-2

Sebelumnya baca dulu-lah sinopsis Angel Eyes episode 16 part 1.

Sinopsis Angel Eyes Episode 16


Sinopsis 'Angel Eyes' Episode 1-2

Setelah Min Soo mengatakan akan melakukan penyelidikan kembali atas kasus tabrak lari yang terjadi 12 tahun silam, Ji Won segera ke ruang data pasien untuk mencari tahun pasien dalam rentang waktu Januari-Februari 2001. Saat memeriksa berkas tersebut, Ji Won menemukan satu nama: Kim Hye Sook. Menurut data pasien, Hye Sook adalah korban tabrakan mobil saat mengendarai sepeda dan pergelangan kakinya terkilir, tanggal 28 Februari 2001 sekitar pukul 05:00. Ji Won mencatat nama tersebut di secarik kertas.

Dong Joo mengambil benang rajut dari kotak benang milik Hye Joo, kemudian memandanginya. Kata-kata Hye Joo tentang rajutan kemarin teringang kembali, bahwa: merajut sama halnya dengan mencintai seseorang. Karena mencurahkan sesuatu hanya pada satu hal. Saat memikirkan itu, Hye Joo pulang dan menanyakan kabar Soo Wan. Melihat kepolosan Hye Joo, Dong Joo memanggilnya untuk memberitahunya satu hal.

Ji Won masuk ke ruang perawatan Jae Beom dan menemukan Soo Wan tertidur duduk di sisini ayahnya. Ji Won mendekatinya dengan raut wajah prihatin. Kemudian, dia menyelimuti Soo Wan dengan jaket rajut berwarna putih milik Soo Wan.

Akhirnya, Hye Joo menemui Soo Wan di sebuah tempat. Dalam pembicaraan itu, Hye Joo mengatakan bahwa dirinya sudah tahu jika ibunya memberikan matanya kepada Soo Wan. Itu diketahuinya dari Dong Joo. Hye Joo mengatakan bahwa dirinya nggak masalah dengan itu. Justru sebaliknya, dia merasa senang dan bahagia. Namun, Soo Wan mengutarakan hal yang seratus delapan puluh kebalikannya. Sebelumnya mengatakan yang sesungguhnya, Soo Wan meminta maaf berulang kali terhadap Hye Joo. Hal yang sebenarnya terjadi adalah Soo Wan sudah putus dengan Dong Joo.

Hye Joo berharap itu nggak terjadi, dan mencoba untuk membujuk unnie-nya satu ini. Namun keputusan Soo Wan bulat. Bahkan, ketika pulang Soo Wan memberikan kalut peluit kepada Hye Joo yang dulu sama sekali nggak boleh dilepas orang lain. Hye Joo enggan untuk menerimanya, tapi Soo Wan memaksa dan pergi meninggalkan Hye Joo yang masih diliputi dengan tanda tanya. Itu seolah salam perpisahan dari Soo Wan kepada keluarga Dong Joo.

Malam harinya, waktu pulang ke rumah, Soo Wan melihat Dong Joo sudah berdiri di depan rumah. Dong Joo mempertanyakan mengapa Soo Wan mengembalikan kalung peluitnya, yang sudah menjadi milik Soo Wan? Soo Wan mengatakan bahwa sejak awal kalung itu bukanlah miliknya atau Hye Joo, melainkan milik Dong Joo. Bagi Dong Joo hal ini adalah kekeras-kepalaan Soo Wan terhadapnya. Untuk itu Soo Wan punya jawabannya: kalau perasaan yang Dong Joo rasakan adalah obsesi semata. Bahkan, mereka nggak akan mati kalau putus. Ya, memang merasa mau mati. Tapi nggak benar-benar mati kan? Dong Joo masih mencoba berharap Soo Wan kembali. Soo Wan mengatakan dengan mimik wajah serius bahwa dirinya serasa mau mati saat melihat Dong Joo.

Soo Wan pun masuk rumah, meninggalkan Dong Joo dengan kegalauan hatinya.

Pada akhirnya Dong Joo pulang sambil memandangi kalung peluitnya hingga pagi hari. Sementara Soo Wan sendiri memeluk jaket putih yang sempat dikenakan Dong Joo waktu menciumnya dulu.

Ji Won mencari Kim Hye Sook untuk meminta konfirmasi. Apa yang terjadi sebenarnya?

Memori Ji Won kembali 12 tahun silam, saat ibunya bertanya kepada perawat administratif tentang korban tabrak lari. Perawat menginformasikan bahwa korban berada di kamar 314. Mereka berdua pun menuju ke sana. Waktu ibunya masuk, Ji Won yang terlihat cupu dengan kacamata tebal nggak ikutan masuk. Dia hanya melihat dari luar kamar. Di pintu terlihat nama pasien, yaitu Kim Hye Sook yang saat itu masih berusia 40 tahun. Ji Won mengintip dari kaca pintu untuk mencocokkan nama di pintu dengan keterangan di tempat tidur. Sama.

Kim Hye Sook menjelaskan jika dirinya dirawat dengan sangat baik waktu. Sampai-sampai dia menyarankan para tetangga untuk ke RS Seyoung saja kalau berobat.

Ji Won: "Itu tabrak lari, kan?"

Kim Hye Sook berpikir sebentar, lalu mengungkapkan bisakah kejadian itu dikategorikan ke dalam kasus tabrak lari?

Kim Hye Sook: "Kejadiannya waktu fajar. Saat itu, perempatan dekat kantor pos. Aku terjatuh."

Ji Won memotong cerita Hye Sook dan bertanya apa benar kejadiannya di dekat kantor pos? Hye Sook membenarkan lalu melanjutkan ceritanya kalau itulah kali pertamanya dia mengendarai sepeda. Saat ada mobil melewatinya, Hye Sook ketakutan sehingga jatuh sendiri. Dalam artian, Hye Sook sama sekali nggak pernah ditabrak mobil. Tapi karena tulang kakinya retak, maka dokter wanita (Young Ji) meminta maaf dan menanggung semua biaya. Karena sedang terburu-buru membawa mobil.

Kim Hye Sook: "Bahkan memberiku kompensasi ketika aku keluar dari RS. Saat itulah aku merasa kalau dokter itu punya hati yang baik."

Cerita itu makin membuat Ji Won galau. Dia segera mengendarai mobilnya dan pergi ke lokasi kecelakaan di perempatan Sewon di Sewondong. Hal itu menguak kebenaran bahwa yang telah menabrak Jung Hwa adalah Ji Won.

Sepulangnya ke apartemennya, Ji Won menyuruh ibunya datang untuk mengkonfirmasi kebenaran yang baru diketahuinya.

Ji Won: "Mobil yang ayah belikan untukku. Mereka bilang mereka menyelidiki mobil itu untuk kasus tabrak lari."

Young Ji: "Apa yang kau katakan? Siapa yang bilang?"

Ji Won: "Karena kecelakaan itu, ada satu orang yang meninggal."

Young Ji: "Ji Won."

Ji Won: "Tapi Ibu, orang yang mengendarai mobil itu adalah aku."

Young Ji: "Hentikan. Apa yang kau dengar sehingga kau bertingkah seperti ini?"

Ji Won: "Tapi, berulang kali aku memikirkannya, ada sesuatu yang tidak bisa ku mengerti. Aku yang mengemudikan mobil hari itu dan menabrak seseorang. Lalu aku kabur, tapi aku tidak membunuh orang itu."

Young Ji: "Ya, siapa yang bilang kau membunuhnya? Nggak ada yang bilang kalau kau melakukan itu. Ini bukan kau. Kasus itu tidak ada hubungannya denganmu."

Ji Won: "Sudah kuduga, kau sudah tahu."

Young Ji: "Kang Ji Woon, aku bilang itu bukan kau. Kau melihatnya sendiri. Pasien itu tersenyum seakan tidak ada yang terjadi. Aku menunjukkannya padamu."

Ji Won: "Itu sebabnya, Ibu. Siapa yang kulihat hari itu? Direktur Lee, apa yang terjadi? Dokter Oh Young Ji, apa yang sebenarnya kau lakukan padaku?"

Meski sudah diusir beberapa kali oleh Soo Wan, namun Dong Joo tetap mengunjungi Jae Beom. Baru mau masuk ruang perawatan terdengar suara barang pecah. Dong Joo buru-buru membuka pintu dan menemukan Soo Wan memecahkan vas bunga. Dong Joo mencoba menolong Soo Wan. Tapi Soo Wan yang seolah alergi berat terhadap Dong Joo langsung menghardik dan mengusirnya. Dong Joo mencoba membujuk Soo Wan, yang sayangnya bujukan itu dimentahkan lagi dengan kata-kata harapan Soo Wan bahwa dirinya berharap kembali ke saat dia belum bertemu dengan Dong Joo.

Akhirnya, melihat sikap Soo Wan yang sangat ketakutan melihatnya, Dong Joo menyerah. Dia menyatakan nggak akan lagi mengganggu Soo Wan. Dong Joo melangkah pergi keluar dari ruang perawatan. Jae Beom yang melihat hal tersebut hanya bisa pejamkan mata.

Dong Joo merapikan seluruh barang-barang yang ada di kantor 119. Dia telah meminta kepada Chief untuk resign, karena dirinya akan kembali ke Boston. Namun sebelum pergi Dong Joo ingin melihat-lihat tempat-tempat kenangannya bersama Soo Wan.

Di kamar apartemennya, Dong Joo melihat kembali surat-surat yang dikirimkannya untuk Soo Wan. Juga mp3 biru, alat yang menyimpan setiap keinginan mereka berdua.

Dong Joo memberikan surat-surat dan mp3 kepada Min Soo untuk selanjutnya diberikan kepada Soo Wan. Min Soo memberitahu Dong Joo bahwa dirinya masih menyelidiki kasus tabrak lari Jung Hwa. Dan akan memberitahu Dong Joo jika ada perkembangan.

Soo Wan menatap surat-surat dari Dong Joo yang diberikan Min Soo kepadanya. Lalu dia melihat ada mp3 juga dan mengambilnya untuk mendengarkannya. Ketika mendengarkannya, Soo Wan bisa membayangkan betapa sakitnya perasaan yang dimiliki Dong Joo. Betapa terlukanya.

Dong Joo: "Soo Wan. Yoon Soo Wan. Jangan menangis. Jangan terluka. Aku berusaha keras agar kau tidak akan menangis lagi. Tapi, ternyata kenyataannya seperti ini. Maafkan aku. Tidak apa jika kau mau melupakan segalanya dan tidak menepati janji. Tapi, janji yang kau buat dengan Jung Hwa. Jangan terluka. Jangan sampai terluka dan hiduplah dengan bahagia. Tolong tepati janji itu. Tidak banyak yang bisa aku bicarakan. Soo Wan."

Kata-kata romantis Dong Joo yang menyentuh membuat Soo Wan menangis tersedu-sedu, hingga tubuhnya bergetar.

Sementara itu di kamarnya, Dong Joo tengah menatap dua tiket ke Boston. Ya, Dong Joo memang berniat kembali bekerja di RS Boston sana.

Keesokan harinya, Dong Joo pergi menemui Jae Beom untuk pamitan. Karena, mungkin, ini kali terakhirnya mereka akan bertemu. Dong Joo nggak punya alasan lagi untuk kembali ke Korea.

Dong Joo: "Jadi aku akan melakukan segalanya. Kenapa kau melakukan itu? Kau seorang dokter yang hebat. Kau membuatku ingin bermimpi menjadi dokter sepertimu. Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau datang untuk menemukanku di belakang gang Boston? Kau seharusnya tidak usah datang. Kau seharusnya tidak memperlakukanku dengan baik. Kau seharusnya tidak merawatku. Aku bahkan tidak bisa membencimu. Kenapa kau melakukan itu? Aku tidak bisa dendam padamu. Kehilangan Soo Wan, Kau tahu betapa terlukanya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Aku, benar-benar benci padamu sekarang. Aku berharap bumi akan runtuh sekarang. Tapi aku masih tetap harus meninggalkannya. Aku pikir satu-satunya orang yang bisa membuat Soo Wan bahagia dan membuatnya tersenyum adalah aku. Aku selalu yakin dengan hal itu. Tapi, sekarang aku tidak punya keyakinan itu lagi. Jadi aku harus pergi. Ini akan jadi anugerah yang besar kalau operasimu berjalan dengan baik dan kau bisa dapat berbicara. Aku punya sesuatu yang ingin kau dengar. Kau bahkan tidak bisa membayangkan, betapa berartinya kau bagiku. Apa ... Aku ... Apa aku berarti bagimu? Anak seperti apa aku?"

Setelah mengucapkan hal tersebut sambil menangis tersedu-sedu, Dong Joo keluar dari ruangan perawatan Jae Beom. Ya, dia meninggalkan Jae Beom di belakang yang tangannya mulai bergerak-gerak seolah hendak menahan Dong Joo pergi. Karena nggak ada yang bisa dilakukan, maka Jae Beom mencomot selang pernapasannya.

Aduh, kenapa tanggung sekali penghabisan episode ini? Kita jadi harus nunggu nih untuk episode mendatang. Di sinopsis Angel Eyes episode 17.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Angel Eyes' Episode 16-2

0 komentar:

Post a Comment